Bad Boy … oh.. Bad Boy
Oktober 11th, 2010 by tinaquaticBad boy……hmmm,,, sosok ini memang bukan tipe pria yang dapat diandalkan untuk masa depan tapi bila sudah ada di depan mata siapa yang bisa tahan dengan pesonanya? Kadang rasa penasaran sering muncul ketika betemu dengan seorang Bad Boy…
Hal pertama yang perlu dijadikan pegangan dalam menjalani hubungan dengan bad boy adalah, jangan berharap si dia akan berubah setelah bertemu denganmu apalagi berharap dia akan mengajak kamu menikah. Setidaknya harapan-harapan ini pernah saya bayangkan juga dan sudah terbukti adanya fakta itu setelah saya berhubungan dengan seorang Bad Boy.
Well, pengalaman akhirnya mengajarkan saya bagaimana SEHARUSNYA menghadapi laki-laki seperti ini.
Just for having fun. Jangan pernah menaruh sedikitpun harapan dia akan sungguh-sungguh mencintaimu. Bisa jadi dia hanya menginginkanmu karena dia sedang bosan dengan lingkungan sekitarnya (atau mungkin dengan pasangannya yang ada sekarang). So, nikmati saja pengalaman “berpacaran” dengannya dan tetap ingat… dia tidak sungguh-sungguh menginginkanmu. Capek hati deh kalo sampai kalian bener-bener mencintainya.
Jangan terlalu banyak berharap hal-hal manis akan ada untuk anda. Ini bukan kisah cinta sesungguhnya. So take it easy. Ga perlu ngambek dengan janji-janji kosongnya. Jalanilah waktumu dengan mencari kesibukan yang bisa menghilangkan keinginanmu untuk bersamanya. Show your strength, girls!!
You are the navigator. Dalam menentukan jalannya sebuah hubungan kamu ga boleh mengikuti segala aturannya. Kamu harus membuatnya menghargai kamu dan tidak mengganggap kamu sebagai seseorang yang mudah diajak negosiasi dalam segala hal. Kalau dia mulai bertingkah menyebalkan seperti meneleponmu tengah malam (dia pikir kita kuntilanak kali yah), atau bahkan mengirim SMS sebulan sekali dengan alasan sibuk, dll. Itu artinya dia benar-benar menunjukkan keberadaannya sebagai seorang yang jarang ada untuk anda. Jika perlu tidak usah membalas SMS nya lagi. It is a kind of treatment for a bad boy.
Membuka diri dengan cowok lain. Hal ini perlu jika sewaktu-waktu kamu merasa sudah tidak lagi nyaman denga perilaku sang bad boy dan sudah menemukan laki-laki yang benar-benar mencintaimu. Just leave that bad boy whenever u want. Simple.
Tahu kapan harus mengakhiri semuanya.

Perilaku seorang bad boy lebih banyak menyebalkan dan menyakitkan hati bahkan mungkin tak bisa dimaafkan. Yang perlu kamu lakukan jika semuanya terlihat tidak lagi menyenangkan bagimu adalah putuskan untuk tidak berkomunikasi dengannya lagi dan jangan menemuinya lagi karena dia tak akan mencintaimu dengan sungguh-sungguh.
Love is nothing when you see that he’s truly a bad boy…
Keep Smilee,
~TeeNaa~





